Atas Izin Allah Lebih Mudah Menghafal Al-Quran disertai Tadabur Terjemah

Hafal Quran Sebulan

Atas Izin Allah Lebih Mudah Menghafal Al-Quran disertai Tadabur Terjemah

Rahasia Kemudahan Menghafal Al-Quran dari Jumlah Kosakata

Menurut DR. KH. Ahsin Sakho Muhammad, MA., Al-Hafizh kemudahan Al-Quran didasari oleh teori yang menyatakan bahwa 80% kosakata Al-Quran terdapat pada surat Al-Baqarah. Menurut para ulama bahwa kata-kata dalam Al-Quran terdapat 77.934 kata atau 77.434 kata. Ada juga yang menghitungnya sampai 77.477 kata. Perbedaan ini dipengaruhi oleh cara penggalan kata, namun semuanya sepakat bahwa hitungan depannya sekitar 77.000 kosakata Al-Quran dalam 30 juz. Dari 80% kata yang terdapat pada Al-Baqarah atau sejumlah dua juz setengah maka 20% kosakata berikutnya terdapat pada 27,5 juz. Oleh karena itu, tidak heran apabila di Yayasan Karantina Tahfizh Al-Quran Nasional banyak peserta yang mampu menghafal Al-Quran dengan lebih mudah dan lebih cepat setelah mereka mampu menghafal 2,5 juz hafalan baru yang menggunakan terjemah terutama di surat Al-Baqarah. Adapun peserta yang sudah pernah menggunakan tadabur terjemah hendaknya mulai menggunakan tadabur terjemah agar memudahkan 27 juz berikutnya. Misalnya surat Al-Baqarah sudah dihafalkan tanpa pemahaman terjemah maka berikutnya juz berikutnya harus menggunakan tadabur terjemah.

Semula banyak orang mengira bahwa menghafal Al-Quran memakai tadabur memerlukan waktu lama. Tetapi saat ini, Yayasan Karantina Tahfizh Al-Qur’an Nasional telah merumuskan sistem dan metodologi sehingga terjadi akselerasi menghafal Al-Quran 30 juz dalam waktu sebulan. Kemudahan menghafal Al-Quran dengan menggunakan tadabur terjemah merupakan kaidah yang sesuai dengan apa yang dikehendaki Al-Quran. Berikut ini merupakan kumpulan ayat yang mengindikasikan bahwa Al-Quran selain harus dihafalkan juga harus dipahami dengan baik.

Jaminan Kemudahan Menghafal Al-Quran

Penghafal Al-Quran jumlahnya sangat banyak dan ini menunjukkan bahwa menghafal Al-Quran merupakan proses yang mudah dan banyak dilakukan oleh umat Islam. Jaminan kemudahan menghafal Al-Quran sudah ada dalam Al-Quran surat Al-Qamar ayat 17, 22, 32, dan 40. Penggunaan kata “Qad” yang didahului oleh lam ta’kid (lam yang menguatkan makna) memberikan pengertian bahwa Allah ikut terlibat dalam peristiwa memudahkan menghafal Al-Quran. Dalam kitab Fathul Qadir karya as-Syaukani: 5/149 menjelaskan bahwa kemudahan ini meliputi mudahnya menghafal, membaca, dan menafsirkannya. Banyak metode menghafal Al-Quran yang berkembang akhir-akhir ini terutama di Indonesia. Seseorang bisa dalam hitungan menit saja untuk mampu menghafal satu halaman Al-Qur’an.

Kemudahan Al-Quran Berbahasa Arab

Allah Memudahkan Al-Quran sesuai Lisan Nabi Muhammad

فَإِنَّمَا يَسَّرْنَاهُ بِلِسَانِكَ لِتُبَشِّرَ بِهِ الْمُتَّقِينَ وَتُنْذِرَ بِهِ قَوْمًا لُدًّا

Artinya: Maka sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Quran itu dengan bahasamu, agar kamu dapat memberi kabar gembira dengan Al-Quran itu kepada orang-orang yang bertakwa, dan agar kamu memberi peringatan dengannya kepada kaum yang membangkang (Q.S. Maryam: 97).

Al-Quran Berbahasa Arab diperintahkan untuk Dipahami

Bahasa Arab yang menjadi bahasa Al-Quran ini harus dapat dipahami sehingga umat Islam dapat memahaminya. Firman Allah Subhanahu Wata’ala:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ

Artinya: Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al-Quran dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya (Q.S. Yusuf: 2).

Hal senada juga sesuai dengan Firman Allah Subhanahu Wata’ala:

إِنَّا جَعَلْنَاهُ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ

Artinya: Sesungguhnya Kami menjadikan Al Quran dalam bahasa Arab supaya kamu memahami(nya) (QS. Az-Zukhruf: 3).

Memahami Al-Quran bertujuan sebagai peraturan yang mengatur kehidupan manusia sehingga tidak mengikuti hawa nafsunya. Firman Allah Subhanahu Wata’ala:

وَكَذَلِكَ أَنْزَلْنَاهُ حُكْمًا عَرَبِيًّا وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَمَا جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا وَاقٍ

Artinya: Dan demikianlah, Kami telah menurunkan Al-Quran itu sebagai peraturan (yang benar) dalam bahasa Arab. Dan seandainya kamu mengikuti hawa nafsu mereka setelah datang pengetahuan kepadamu, maka sekali-kali tidak ada pelindung dan pemelihara bagimu terhadap (siksa) Allah (QS. Ar-Ra’du: 3).

Al-Quran Harus Tetap Berbahasa Arab

Pengguna bahasa selain Arab harus tetap menjaga Al-Quran dalam bahasa aslinya yaitu bahasa Arab sebagaimana Allah melalui malaikat Jibril mengajarkannya demikian. Firman Allah Subhanahu Wata’ala:

وَلَقَدْ نَعْلَمُ أَنَّهُمْ يَقُولُونَ إِنَّمَا يُعَلِّمُهُ بَشَرٌ لِسَانُ الَّذِي يُلْحِدُونَ إِلَيْهِ أَعْجَمِيٌّ وَهَذَا لِسَانٌ عَرَبِيٌّ مُبِينٌ

Artinya: Dan sesungguhnya Kami mengetahui bahwa mereka berkata: “Sesungguhnya Al-Quran itu diajarkan oleh seorang manusia kepadanya (Muhammad).” Padahal bahasa orang yang mereka tuduhkan (bahwa) Muhammad belajar kepadanya bahasa ‘Ajam, sedang Al-Quran adalah dalam bahasa Arab yang terang (Q.S. An-Nahl: 103).

Al-Quran Berulang kali Menerangkan Isinya

Al-Quran ini mudah dihafalkan salah satunya karena banyak kosa kata yang berulang. Hal ini juga yang menjadikan Al-Quran menjadi pelajaran sehingga bertakwa dan sebagai ancaman bagi orang yang tidak mau mengambil pelajaran darinya. Firman Allah Subhanahu Wata’ala:

وَكَذَلِكَ أَنْزَلْنَاهُ قُرْآنًا عَرَبِيًّا وَصَرَّفْنَا فِيهِ مِنَ الْوَعِيدِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ أَوْ يُحْدِثُ لَهُمْ ذِكْرًا

Artinya: Dan demikianlah Kami menurunkan Al-Quran dalam bahasa Arab, dan Kami telah menerangkan dengan berulang kali, di dalamnya sebagian dari ancaman, agar mereka bertakwa atau (agar) Al-Quran itu menimbulkan pengajaran bagi mereka (Q.S. Thoha: 113).

Al-Quran Berbahasa Arab Sebagai Peringatan yang Jelas

Al-Quran diturunkan kepada Nabi Muhammad melalui Malaikat Jibril langsung kepada hati Nabi Muhammad dengan berbahasa Arab sebagai peringatan. Tentu saja agar peringatan ini dapat dipahami maka harus mempelajari bahasa Al-Quran.  Firman Allah Subhanahu Wata’ala:

(وَإِنَّهُ لَتَنْزِيلُ رَبِّ الْعَالَمِينَ (192) نَزَلَ بِهِ الرُّوحُ الْأَمِينُ (193) عَلَى قَلْبِكَ لِتَكُونَ مِنَ الْمُنْذِرِينَ (194) بِلِسَانٍ عَرَبِيٍّ مُبِينٍ (195

Artinya: Dan sesungguhnya Al-Quran ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam, dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin (Jibril), ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan, dengan bahasa Arab yang jelas (QS. Asy-Syu’ara`: 195).

Perumpamaan dalam Al-Quran Sebagai Bahan Pelajaran

Perumpamaan yang indah menggunakan bahasa Arab banyak terdapat pada Al-Quran. Firman Allah Subhanahu Wata’ala:

وَلَقَدْ ضَرَبْنَا لِلنَّاسِ فِي هَذَا الْقُرْآنِ مِنْ كُلِّ مَثَلٍ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ (27) قُرْآنًا عَرَبِيًّا غَيْرَ ذِي عِوَجٍ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ (28

Artinya: Sesungguhnya telah Kami buatkan bagi manusia dalam Al-Quran ini setiap macam perumpamaan supaya mereka dapat pelajaran. (Ialah) Al-Quran dalam bahasa Arab yang tidak ada kebengkokan (di dalamnya) supaya mereka bertakwa (Q.S. Az-Zumar: 28).

Al-Quran Sebagai Dasar-dasar Ilmu Pengetahuan

Sangat banyak inspirasi dari Al-Quran baik secara langsung maupun secara tidak  langsung yang dapat digunakan sebagai dasar-dasar ilmu pengetahuan. Firman Allah Subhanahu Wata’ala:

كِتَابٌ فُصِّلَتْ آيَاتُهُ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ

Artinya: Kitab yang dijelaskan ayat-ayatnya, yakni bacaan dalam bahasa Arab, untuk kaum yang mengetahui (Q.S. Fushilat: 3).

Al-Quran Sebagai Peringatan Bagi Seluruh Alam

Al-Quran bukan hanya sebagai peringatan untuk bangsa Arab melainkan juga untuk seluruh alam yang berbeda-beda bahasanya. Firman Allah Subhanahu Wata’ala:

وَكَذَلِكَ أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لِتُنْذِرَ أُمَّ الْقُرَى وَمَنْ حَوْلَهَا وَتُنْذِرَ يَوْمَ الْجَمْعِ لَا رَيْبَ فِيهِ فَرِيقٌ فِي الْجَنَّةِ وَفَرِيقٌ فِي السَّعِيرِ

Artinya: Demikianlah Kami wahyukan kepadamu Al-Quran dalam bahasa Arab, supaya kamu memberi peringatan kepada ummul Qura (penduduk Mekah) dan penduduk (negeri-negeri) sekelilingnya serta memberi peringatan (pula) tentang hari berkumpul (kiamat) yang tidak ada keraguan padanya. Segolongan masuk surga, dan segolongan masuk Jahannam (Q.S. Asy-Syuura`: 7).

Al-Quran Mengakui Kitab Sebelumnya

Sebelum kitab Al-Quran diturunkan, ada kitab yang diturunkan pada Nabi Musa yang juga membenarkan kitab Al-Quran.

وَمِنْ قَبْلِهِ كِتَابُ مُوسَى إِمَامًا وَرَحْمَةً وَهَذَا كِتَابٌ مُصَدِّقٌ لِسَانًا عَرَبِيًّا لِيُنْذِرَ الَّذِينَ ظَلَمُوا وَبُشْرَى لِلْمُحْسِنِينَ

Artinya: Dan sebelum Al-Quran itu telah ada kitab Musa sebagai petunjuk dan rahmat. Dan ini (Al-Quran) adalah kitab yang membenarkannya dalam bahasa Arab untuk memberi peringatan kepada orang-orang yang zalim dan memberi kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik (QS. Al-Ahqaf: 12).

Yayasan Karantina Tahfizh Al-Quran Nasional menggunakan standar Metode Yadain Litahfizhil Quran yang inti materinya yaitu Visualisasi Tadabur, Al-Quran Virtual, dan Jari Ayat Al-Quran. Visualisasi Tadabur merupakan teknik memahami Al-Quran walaupun peserta belum begitu mahir berbahasa Arab, Insyaa Allah dibukakan kepahaman sehingga Allah mudahkan untuk memahami dan menghafalkannya. Adapun Al-Quran Virtual dan Jari Ayat Al-Quran Yadain sudah dibahas di artikel lainnya di web ini.

Yadi Iryadi, S.Pd.
Dewan Pembina Yayasan Karantina Tahfizh Al-Quran Nasional
Founder Metode Yadain Litahfizhil Quran

Informasi dan pendaftaran hub. WA +6281312700100

www.hafalquransebulan.com

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *