Jika Tidak Berusaha Menjadi Wali Allah Maka Otomatis Menjadi Wali Syetan

Hafal Quran Sebulan

Jika Tidak Berusaha Menjadi Wali Allah Maka Otomatis Menjadi Wali Syetan


Hmmm… Tidak setiap kata-kata orang harus Anda yakini, termasuk kata-kata saya seperti tulisan di atas, yang asal ceplas ceplos meskipun mungkin ada benarnya.
 
Cukuplah yakini keyakinan-keyakinan yang bermanfaat bagi kehidupan dunia akhiratmu, keluargamu, lingkunganmu, negerimu, itu saja.
 
Jika keyakinanmu membuatmu ragu, gelisah, cemas, pesimis, putus asa, banyak mengeluh, tidak semangat, maka ubahlah keyakinan yang memperdayakan itu dengan keyakinan-keyakinan yang memberdayakan.
 
Kita telah sepakat bahwa agar bahagia dunia akhirat tidak ada jalan lain kecuali dengan jalan keimanan dan ketakwaan.
 
Orang-orang yang beriman dan bertakwa berdasarkan Al-Qur’an surah Yunus 62, 63 Allah memberikan gelar sebagai Wali Allah.
 
أَلَا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ  62 الَّذِينَ آَمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ  63
 
Artinya: “Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa.” (QS. Yunus: 62-63).
 
Selanjutnya kita melihat pemaparan para ulama mengenai siapakah wali Allah tersebut. Ibnu Taimiyah dari ayat di atas mengatakan,
فأولياء الله هم المؤمنون المتقون
Artinya: “Wali Allah adalah mereka yang beriman dan bertakwa” (Al Furqon, hal. 8).
 
Sedangkan Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As Sa’di berkata,
فكل من كان مؤمنًا تقيًا كان لله [تعالى] وليًا
Artinya: “Setiap yang beriman dan bertakwa, dialah yang menjadi wali Allah.” (Taisir Al Karimir Rahman, hal. 368).
 
Pengertian Walī (Bahasa Arab:الولي, Wali Allah atau Walīyu ‘llāh), dalam bahasa Arab berarti adalah ‘seseorang yang dipercaya’ atau ‘pelindung’, makna secara umum menjadi ‘Teman Allah’ dalam kalimat walīyu ‘llāh.
 
Al-Qur’an menjelaskan Waliallah memiliki arti orang yang beriman dan bertakwa. (Al-Furqan dalam kitab Majmu’atut Tauhid hal. 339)
 
Fatalnya Konsekwensi jika tidak mau menjadi wali Allah maka otomatis menjadi Wali Syetan
 
Adapun ciri wali setan yaitu orang yang mengikuti kemauan syetan, mulai dari melakukan syirik dan berbagai bentuk kemaksiatan.
 
Sebagaimana Allah terangkan dalam firman-Nya bahwa setan juga memberikan wahyu kepada para wali-wali mereka:
وَإِنَّ الشَّيَاطِينَ لَيُوحُونَ إِلَىٰ أَوْلِيَائِهِمْ لِيُجَادِلُوكُمْ ۖ وَإِنْ أَطَعْتُمُوهُمْ إِنَّكُمْ لَمُشْرِكُونَ
“(Artinya) Sesungguhnya setan-setan itu mewahyukan kepada wali-wali mereka untuk membantahmu, jika kamu menaati mereka, sesungguhnya kamu menjadi orang-orang musyrikin”. (QS . Al An’aam: 121).
 
Kepada Allah Subhanahu Wata’ala kami memohon hidayah, taufiq agar kami bisa berusaha dekat dengan Allah dan dijauhkan dari godaan syetan. Kepada Rasulullah semoga kami diakui sebagai umatnya, kami yang senantiasa merindukan syafa’atnya. Allahumma shalli ‘ala Muhammad.
 
Yadi Iryadi
Dewan Pembina Yayasan Karantina Tahfizh Al-Qur’an Nasional
www.hafalquransebulan.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *