Dosis Motivasi Menghafal Al-Qur’an

Hafal Quran Sebulan

Dosis Motivasi Menghafal Al-Qur’an

Wisuda Karantina Tahfizh AlQuran Nasional Ikhwan

Sebelum berdiri Yayasan Karantina Tahfizh Al-Qur’an Nasional, kegiatan mempelajari dan menghafal Al-Quran identik dengan aktifitas para santri di pondok pesantren tahfizh atau pun Sekolah Islam Terpadu.

Adapun pelajar dan mahasiswa lebih sering disibukkan oleh aktifitas belajar ilmu-ilmu umum. Sekalipun ada jam ngaji sore atau jam mengaji di malam hari, biasanya menghafal Al-Qur’an terbatas pada surat-surat pendek saja.

Bisa dibilang masih langka pelajar dan mahasiswa yang hafal Al-Quran secara keseluruhan. Akan tetapi, saat ini proses menghafal Al-Qur’an bukan hanya dapat dinikmati oleh para santri bahkan siapa pun tanpa mengenal latar belakang, usia, dan jenjang pendidikan. Semua dapat berkesempatan untuk menghafal Al-Qur’an melalui sistem akselerasi karantina tahfizh Al-Qur’an.

Kesempatan menghafal Al-Qur’an kini telah terbuka lebar. Orang tua yang sadar bahwa hidup ini hanya sementara sehingga mereka berkeinginan agar anak-anak mereka mau menghafal Al-Qur’an. Menghafal Al-Qur’an memiliki pahala dan keutamaan yang besar baik bagi penghafalnya maupun bagi orang-orang yang terlibat dalam prosesnya. Beragam motivasi dikerahkan oleh orang tua agar anak-anaknya mau belajar dan menghafal Al-Qur’an. Akibatnya anak-anak memiliki beragam motivasi ketika proses menghafalkannya. Diantara level motivasi tersebut penulis sajikan di sini.

Dosis Level Amotivasi

Pada level ini seseorang sama sekali tidak memiliki keinginan untuk menghafal Al-Qur’an. Biarpun akan diberikan hadiah jutaan rupiah atau bahkan diancam dipukul sekalipun, dia tidak ada perubahan karena tidak memiliki keinginan sama sekali.

Keinginan untuk menghafal Al-Qur’an merupakan murni hidayah dari Allah Subhanahu Wata’ala. Proses menumbuhkan keinginan menghafal Al-Qur’an memang bisa diupayakan mulai dari lingkungan keluarga. Namun motivasi tanpa adanya teladan dari orang tua membuat hidayah tersebut tidak sampai pada hatinya.

Level amotivasi bisa saja terjadi pada anak-anak, remaja, dewasa, bahkan orang tua. Ini terbukti bahwa tidak setiap orang memiliki minat untuk menghafalkan Al-Qur’an disebabkan karena tidak mengetahui keutamaan-keutamaan dalam menghafal Al-Qur’an. Terkadang setelah mengetahui keutamaan-keutamaan pun tetap saja hidayah itu tidak mau diterima sehingga ia tetap dalam keadaan seperti itu tanpa kemauan untuk menghafal Al-Qur’an.

Upaya meningkatkan motivasi menghafal Al-Qur’an harus direnungi bahwa hidup manusia di dunia ini hanya sementara saja. Sedangkan kedudukan surga paling tinggi ditempati oleh para Rasul, Nabi, Syuhada, Shalihin, dan orang-orang yang hafizh Al-Qur’an. Bacalah dalil-dalil Al-Qur’an maupun hadits agar tumbuh keinginan untuk sukses di dunia dan akhirat.

Dosis Level Motivasi Ancaman

Seseorang terkadang masuk ke lembaga pendidikan untuk menghafal Al-Qur’an diawali dengan ancaman bahwa tidak boleh melanjutkan sekolah sebelum mengkhatamkan hafalan Al-Qur’an 30 juz. Atau bisa jadi ancaman bahwa tidak akan diizinkan untuk memiliki sepeda atau handphone sebelum menghafal Al-Qur’an. Atau ancaman lain yang membuat ia tergerak untuk semangat menghafal Al-Qur’an.

Ia menghafal Al-Qur’an bukan karena benar-benar ingin hafal Al-Qur’an melainkan karena ia menghindari sesuatu yang tidak diinginkan. Bisa saja ia semangat menghafal namun alangkah tersiksa hatinya karena ia melakukan apa yang sebenarnya tidak dia inginkan. Ia hanya ingin menghindari sesuatu yang tidak diinginkan dengan cara melakukan hal yang juga tidak diinginkan. Akibatnya terjadi kesulitan-kesulitan yang berasal dari dalam pikirannya sendiri. Keterpaksaan membuat ia merasa stres, depresi, tertekan, tidak betah, malas, dan menghindari jam belajar secara diam-diam. Walaupun bisa jadi tubuhnya ada di tempat belajar namun pikirannya tidak hadir dalam pelajaran dan hafalan Al-Qur’an.

Dosis Level Motivasi Berhadiah

Seseorang menghafalkan Al-Qur’an karena adanya iming-iming. Misalnya akan dibelikan sepeda baru apabila punya hafalan minimal 5 juz. Misalnya akan diberikan hadiah berupa umrah apabila khatam Al-Qur’an 30 juz. Akan diberikan hadiah berupa Handphone Samsung S10+ terbaru dan sebagainya. Hadiah bisa juga berupa seorang pemuda akan diizinkan menikah kalau sudah khatam hafalan Al-Qur’an 30 juz.

Teknik ini terkadang dilakukan oleh orang tua demi mewujudkan impian memiliki anak yang hafal Al-Qur’an. Boleh saja dilakukan sebagai rasa syukur kepada Allah Subhanahu Wata’ala. Namun hal ini harus diimbangi dengan semangat beribadah, misalnya dengan memberitahukan manfaat-manfaat menghafal Al-Qur’an baik dinilai dari unsur keduniaan atau pun unsur pahala di akhirat yang begitu besar.

Motivasi berhadiah terkadang menyebabkan tidak ada tadabur terjemah Al-Qur’an. Yang ada di pikirannya adalah apa yang sudah dijanjikan yang akan dihadiahkan kepadanya bila berhasil mencapai target.

Dosis Level Motivasi Ikhlas Lillahita’ala

Apabila orang tua ikhlas niat lillahita’ala ingin memiliki anak yang hafizh Al-Qur’an maka paling tidak orang tuanya sudah mencontohkan terlebih dahulu yaitu lekat interaksi dengan Al-Qur’an. Bisa dengan cara rajin mempelajarinya di depan anak, mengkajinya dan mengulang-ulang hafalan yang sudah dihafalkan meskipun orang tua belum memiliki hafalan yang banyak. Motivasi akan tumbuh dari diri anak manakala ada teladan yang baik dari orang tua. Motivasi tumbuh dari dirinya sendiri merupakan karunia dari Allah Subhanahu Wata’ala yang memohon dan berdoa juga mencontohkan kedekatan dengan Al-Qur’an.

Biasanya buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Begitulah pepatah mengatakan sehingga siapa pun orang tua yang menginginkan anak-anaknya hafal Al-Qur’an dan menjadi penolong di akhirat kelak maka hendaknya mencontohkan interaksi mempelajari Al-Qur’an.

Kita tidak disuruh oleh Allah Subhanahu Wata’ala melainkan untuk beribadah kepada-Nya. Sebagaimana firman Allah:

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ ۚ وَذَٰلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ

Artinya: “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus” (QS. Al-Bayyinah: 5).

Ibadah-ibadah yang tidak diniatkan sebagai ibadah kepada Allah maka hanya akan sia-sia saja. Oleh karena itu penting bahwa keikhlasan sebagai motivasi terkuat bagi kita dalam menghafalkan Al-Qur’an. Apabila ikhlas maka akan didapatkan banyak keutamaan. Insyaa Allah ke depan kita akan bahas secara mendalam mengenai manfaat ikhlas dalam beribadah dan menghafal Al-Qur’an. Ikhlas dihadiahi Ridha Allah dan Surganya, sedangkan jika tidak ikhlas maka diancam dengan azab, na’udzubillah.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ تَعَلَّمَ عِلْمًا مِمَّا يُبْتَغَى بِهِ وَجْهُ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ لاَ يَتَعَلَّمُهُ إِلاَّ لِيُصِيبَ بِهِ عَرَضًا مِنَ الدُّنْيَا لَمْ يَجِدْ عَرْفَ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Artinya: “Barangsiapa menuntut ilmu yang seharusnya diharapkan dengannya wajah Allâh ‘Azza Wa Jalla, tetapi ia tidak menuntutnya kecuali untuk mendapatkan sedikit dari kenikmatan dunia maka ia tidak akan mencium bau Surga pada hari Kiamat” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah dan Ibnu Hibban, Shahîh ath-Targhib, no. 105).

Dari Ka’ab bin Malik Radhiyallahu anhu Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ طَلَبَ الْعِلْمَ لِيُجَارِىَ بِهِ الْعُلَمَاءَ أَوْ لِيُمَارِىَ بِهِ السُّفَهَاءَ أَوْ يَصْرِفَ بِهِ وُجُوهَ النَّاسِ إِلَيْهِ أَدْخَلَهُ اللَّهُ النَّارَ

Artinya: “Barangsiapa menuntut ilmu untuk menandingi para ulama, atau mendebat orang-orang bodoh, atau memalingkan pandangan-pandangan manusia kepadanya, maka Allâh akan memasukkannya ke neraka” (HR. At-Tirmidzi, Shahîh at-Targhîb, no. 106)

Ikhlas merupakan pertolongan dari Allah Subhanahu Wata’ala. Maka semoga kebaikan apapun yang dilakukan mendapatakan Ridha dari Allah Subhanahu Wata’ala. Aamiin.

Yadi Iryadi, S.Pd.

Dewan Pembina Yayasan Karantina Tahfizh Al-Qur’an Nasional
Founder Metode Yadain Litahfizhil Qur’an
Licensed Neuro Linguistic Programming (NLP)
Master Coach Hipnotahfizh
www.hafalquransebulan.com
www.karantinatahfizh.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *