Apakah Benar Menghafal Al-Qur’an Semudah Berbicara?

Hafal Quran Sebulan

Apakah Benar Menghafal Al-Qur’an Semudah Berbicara?

Tidak semudah itu kenyataannya. Dibutuhkan kesungguhan yang luar biasa untuk mau menghafalkannya.
Kemudahan menghafal Al-Qur’an tidak semudah janji-janji yang dipromosikan oleh Karantina Tahfizh Al-Qur’an Nasional. Kecuali yang dibukakan kemudahannya oleh Allah Subhanahu Wata’ala.
Justru kemudahan Al-Qur’an merupakan janji Allah Subhanahu Wata’ala bagi siapa saja yang mau menghafalkannya. Tak mungkin Allah mengingkari janjinya.
 وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِن مُّدَّكِرٍ [Al-Qamar : 17]
 
Terjemah dan tafsir Jalalain:
“(Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Qur’an untuk pelajaran) Kami telah memudahkannya untuk dihafal dan Kami telah mempersiapkannya untuk mudah diingat (maka adakah orang yang mengambil pelajaran?) yang mau mengambilnya sebagai pelajaran dan menghafalnya. Istifham di sini mengandung makna perintah yakni, hafalkanlah Alquran itu oleh kalian dan ambillah sebagai nasihat buat diri kalian. Sebab tidak ada orang yang lebih hafal tentang Alquran selain daripada orang yang mengambilnya sebagai nasihat buat dirinya.”
 
Nah.. Kemudahan Menghafal Al-Qur’an semudah berbicara jika pembicaraannya adalah Al-Qur’an yang dibaca berulang-ulang sampai hafal sebagai mana mudahnya manusia berbicara.
 
Berbicaralah dengan bahasa Al-Qur’an dalam setiap muraja’ah.
 
Buktikan bahwa menghafal Al-Qur’an semudah berbicara yaitu dengan membaca Al-Qur’an bersuara dan berulang-ulang sebagaimana kemudahan anak kecil yang belajar berbicara.
 
Bacalah ayat ini berulang-ulang sebagaimana belajar berbicara maka Insyaa Allah Anda hafal ayat-ayat yang diucapkan terus menerus dalam ucapan sebagaimana Anda berbicara:
 
الرَّحْمَٰنُ
عَلَّمَ الْقُرْآنَ
خَلَقَ الْإِنسَانَ
عَلَّمَهُ الْبَيَانَ
1. (Allah) Yang Maha Pengasih
2. Yang mengajarkan Al-Qur’an
3. Yang telah Menciptakan manusia
4. Mengajarkannya pandai berbicara
 
DR. KH. Ahsin Sakho Muhammad MA Al-Hafizh mengatakan bahwa proses Allah mengajarkan Al-Qur’an dan mengajarkan pandai berbicara merupakan proses yang terus menerus dengan kata عَلَّمَ fi’il madhi dengan tanda tasdid pada ع fi’il-nya huruf ل. Dalam hal ini ada proses belajar mengajar.
 
Proses terus-menerus inilah proses belajar maupun menghafalkan Al-Qur’an.
 
Bersiaplah ketika pelaksanaan Karantina Tahfizh dan pasca Karantina Tahfizh kurangi pembicaraannya yang kurang manfaat. Perbanyaklah membaca Al-Qur’an muraja’ah dan menambah atau menambah hafalan dan muraja’ah.
 
www.hafalquransebulan.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *