Antara Memuliakan Agama vs Menghinakan Agama

Hafal Quran Sebulan

Antara Memuliakan Agama vs Menghinakan Agama

 
Sudah terbukti bahwa orang-orang yang memuliakan agama akan dimuliakan oleh Allah dan orang yang menghinakan agama akan dihinakan oleh Allah.
 
Masihkah ingatkah mengenai orang yang menghinakan Al-Qur’an?… menghina agama, menghina ulama, menghina jilbab, menghina sorban, menghina cara ibadah, menghina shahabat nabi, menghina orang tua nabi, menghina para pejuang muslim, dan masih banyak contoh lainnya.
 
Bagaimana Allah memperlakukan mereka di dunia dan entah azab apa yang akan diterimanya kelak di akhirat. Na’udzubillahi min dzalik.
 
Sungguh pun Islam ini agama terbaik di sisi Allah Subhanahu Wata’ala tetapi kita tidak diperbolehkan menghina ajaran agama lain.
 
وَلَا تَسُبُّوا الَّذِينَ يَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ فَيَسُبُّوا اللَّهَ عَدْوًا بِغَيْرِ عِلْمٍ ۗ كَذَٰلِكَ زَيَّنَّا لِكُلِّ أُمَّةٍ عَمَلَهُمْ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّهِمْ مَرْجِعُهُمْ فَيُنَبِّئُهُمْ بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
 
Artinya: Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan merekalah kembali mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan. (QS. Al-An’am:108)
 
Tidak mungkin kita bisa mengajak orang lain pada kebaikan dengan cara mengejek, memojokkan, menyalahkan, menyesatkan, nyinyir,menjelekkan, mencemooh atau prilaku buruk lainnya. Mengajak kebaikan hanya bisa dilakukan dengan cara kebaikan.
 
Fenomena kemarin membalas kesombongan Rina Nose dengan dua kali kesombongan adalah sedekah bahkan kebaikan dengan tujuan untuk membuat dia sadar. Kemudian jika seandainya dia sadar dan meminta maaf kepada umat Islam maka membalas kesombongan itu sudah tidak berlaku. Dan permintaan maafnya akan mengembalikan nama baiknya, terlebih jika dia bertobat kepada Allah Subhanahu Wata’ala.
 
Di sisi lain Allah memuliakan ustadz Abdul Somad, Lc, MA. karena memuliakan agama Islam. Sementara itu Allah tunjukkan batang hidung orang-orang yang mencemooh para ulama. Allah subhanahu wata’ala juga membongkar kedok media-media sekuler yang menghinakan agama sehingga sekarang masyarakat mengetahui siapa saja yang memuliakan agama dan siapa saja yang menghinakan agama.
 
Sungguh benar barangsiapa beriman kepada Al-Qur’an dan mengamalkannya, maka Allah Subhaanahu wata’ala akan mengangkat derajatnya dan memuliakannya di dunia dan akhirat.
 
Namun barangsiapa yang tidak mengamalkan Al-Qur’an niscaya Allah Subhaanahu wata’ala menghinakannya.
 
عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ قَلَ: قَلَ رَسُوْلُ اللّٰهِ عَلَيْهَ وَسَلَّمَ : اَنّ اللّٰهَ يَرْ فَعُ بِهَذَ الْكِتَابِ أقْوَاماً وَيَضَعُ بِهِ آخَرِيْنَ.
 
Artinya: “Dari Sayyidina Umar bin Khattab Radhiyallahu ‘anhu, Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya Allah Subhaanahu wata’ala mengangkat derajat beberapa kaum dengan Al-Qur’an ini dan merendahkan yang lain dengannya pula.” (H.R. Muslim)
 
Penulis mengajak kepada diri penulis sendiri dan para pembaca pada umumnya untuk memuliakan agama Islam ini dengan berusaha menjalankan perintahnya dan menjauhi larangannya.
Yadi Iryadi
Dewan Pembina Yayasan Karantina Tahfizh Al-Qur’an Nasional
Founder Metode Yadain Litahfizhil Qur’an
www.hafalquransebulan.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *