Antara Kesulitan Nyata dan Persepsi Kesulitan Menghafal Al-Qur’an

Hafal Quran Sebulan

Antara Kesulitan Nyata dan Persepsi Kesulitan Menghafal Al-Qur’an

HATI-HATI…!
Belajar praktek disosiasi dan asosiasi Submodality.
 
Disosiasi maksudnya memisahkan diri antara fakta internal (imajinasi, pikiran, khayalan, ide) dan fakta eksternal (kenyataan di luar diri).
Asosiasi maksudnya menggabungkan antara fakta internal (imajinasi, pikiran, khayalan, ide) dan fakta eksternal (kenyataan di luar diri).
 
Prakteknya:
 
“Silakan Makan pisang sambil memandang cicak-cicak di dinding”
 
Praktek:
1. Bayangkan Anda sedang memakan cecak dan pisang (asosiasi)
2. Bayangkan realita cecak ada di dinding sedangkan pisang sedang di makan. (disosiasi)
 
Hehe… Seru…!
 
Asosiasi kalau sampai muntah atau hampir muntah itu bagus
Disosiasi kalau satu detik kemudian sembuh itu bagus
 
Paling tidak belajarlah menjadi tuan atas pikiran dan perasaan sendiri. Jangan sampai tidak bisa membedakan mana fakta internal mana fakta eksternal.
 
Jangan takut dengan khayalan yang menakutkan dan hadapi kenyataan bahwa hidup ini seperti apa yang ada di pikiran masing-masing pemilik pikiran.
 
Seringkali masalah yang dibayangkan lebih berat dibandingkan realita yang sesungguhnya.
 
Misalnya:
 
Kebanyakan orang merasa berat dengan pekerjaannya padahal jika dikerjakan ternyata lebih mudah dari apa yang dipikirkannya.
 

Lalu apa kaitannya dengan Hafalan Al-Qur’an…?

 
Wah.. apa ya?…

Yadi Iryadi
Dewan Pembina Yayasan Karantina Tahfizh Al-Qur’an Nasional
Founder Metode Yadain Litahfizhil Qur’an
Licensed Practitioner Neuro Linguistic Programming
Master Coach HypnoTahfizh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *