5 Bencana Akibat Menjauh dari Al-Quran

Hafal Quran Sebulan

5 Bencana Akibat Menjauh dari Al-Quran

Al-Quran merupakan pedoman hidup umat Islam dan petunjuk jalan agar manusia mendapatkan keberuntungan baik di dunia maupun akhirat. Sebaliknya, apabila seseorang tidak mengikuti petunjuk dari Allah berupa Al-Qur’an dan hadits maka ia akan terjerumus pada kesesatan.

Allah Subhanahu Wata’ala berfirman:

وَقَالَ الرَّسُولُ يَا رَبِّ إِنَّ قَوْمِي اتَّخَذُوا هَذَا الْقُرْآنَ مَهْجُورًا

Artinya: “dan Rasul mengatakan: wahai Tuhanku sesungguhnya kaumku telah menjadikan Al-Quran sesuatu yang diabaikan.”  (QS. Al-Furqan: 30).

Ada banyak bencana yang terjadi apabila seseorang menjauh dari peringatan Al-Qur’an. Bahkan manusia diperintahkan untuk berkeliling dunia untuk menyaksikan bagaimana akibat mendustakan para Rasul sebagaimana firman Allah Subhanahu Wata’ala pada Surat Ali ‘Imran ayat 137 yang artinya: “Sesungguhnya telah berlalu sebelum kamu sunnah-sunnah Allah; Karena itu berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang mendustakan (para rasul).”

Sebagaimana umat terdahulu mereka ditimpakan azab karena mendustakan para rasul, maka hal itu pun berlaku pula bagi orang-orang yang mendustakan warisan Rasul berupa Al-Qur’an dan Hadits melalui penjelasan para ulama sebagai pewarisnya.

وَكَذَّبُوا وَاتَّبَعُوا أَهْوَاءَهُمْ

Artinya: “dan mereka mendustakan (Nabi) dan mengikuti hawa nafsu mereka.” (Q.S. Al-Qamar: 3)

Menurut Tafsir Ibnu Katsir, mereka mendustakan kebenaran bila kebenaran itu datang kepada mereka, dan mereka hanya mengikuti pendapat dan hawa nafsu mereka sendiri sebagai akibat dari kebodohan dan piciknya akal mereka.

Firman Allah Subhanahu Wata’ala:

وَكُلُّ أَمْرٍ مُسْتَقِرٌّ

Artinya: “Sedangkan tiap-tiap urusan telah ada ketetapannya.” (Q.S. Al-Qamar: 3).

Menurut tafsir Ibnu Katsir dari Qatadah mengatakan, makna yang dimaksud ialah bahwa kebaikan itu hanya dilakukan oleh ahli kebaikan, dan keburukan itu hanya dilakukan oleh ahli keburukan. Ibnu Juraij mengatakan bahwa tiap-tiap urusan itu telah ditetapkan atas ahlinya masing-masing.

Bencana-bencana yang akan datang jika jauh dari Al-Quran:

  1. Bencana Moral

Apabila manusia tidak berpedoman pada Al-Quran maka dia akan mengikuti hawa nafsunya sehingga tidak ubahnya seperti kehidupan hewan yang akan menghalalkan segala macam perilaku. Perilaku manusia bermoral pasti berdasarkan pada pedoman petunjuk dari Allah Subhanahu Wata’ala. Sedangkan di zaman ini jika tidak berpedoman pada Al-Quran maka akan terjadi bencana moral di masyarakat.

Jika pada Al-Qur’an disyariatkan untuk berbakti pada orang tua, menghindari zina, khamr, mencuri, membunuh, dan segala macam kejahatan juga maksiat lainnya maka dengan mengingkari Al-Qur’an hal itu akan menjadi bencana di masyarakat.

  1. Bencana Alam

Bencana-bencana fisik dapat diakibatkan dari perilaku menolak ajaran para Rasul. Ajaran Rasul yang masih berlaku sampai saat ini yaitu ajaran Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam. Jika tidak berpedoman pada kitab suci maka akan terjadi bencana sebagaimana umat terdahulu mendustakan para rasul.

Dalam surat Al-Qamar bencana tersebut dijelaskan bahwa kaum kafir mendustakan Nabi Muhammad kemudian diperingatkan bahwa kaum terdahulu pun mendustakan para rasul kemudian mereka ditimpa dengan berbagai mancam bencana alam yang menghancurkan fisik mereka.

Banyak sekali dalam Al-Qur’an diceritakan umat terdahulu yang telah dibinasakan oleh Allah karena keingkaran terhadap Rasul-Nya. Selain itu mereka melakukan berbagai penyimpangan yang telah dilarang. Berikut adalah kaum-kaum yang dibinasakan.

Kaum Nabi Nuh dihancurkan dengan banjir yang besar. Kaum ‘Ad dibinasakan dengan angin yang dahsyat disertai dengan bunyi guruh yang menggelegar hingga mereka tertimbun pasir. Kaum Tsamud membunuh unta betina yang dilarang dibunuh sehingga Allah menimpakan azab kepada mereka.

Kaum Nabi Luth, Allah memberikan azab kepada mereka berupa gempa bumi yang dahsyat disertai angin kencang dan hujan batu sehingga hancurlah rumah-rumah mereka.

Kaum Madyan Allah pun mengazab mereka berupa hawa panas yang teramat sangat. Kendati mereka berlindung di tempat yang teduh, hal itu tak mampu melepaskan rasa panas.

Ashabul Aikah juga diazab oleh Allah karena menyembah sebidang padang tanah yang pepohonannya sangat rimbun.

Fir’aun dan bala tentaranya ditenggelamkan di laut merah.

Ashab Al-Sabt, dibinasakan dengan dilaknat Allah menjadi kera yang hina.

Ashab Al-Rass, juga dibinasakan oleh Allah. Ashab Al-Ukhdud adalah sebuah kaum yang menggali parit dan menolak beriman kepada Allah, termasuk rajanya.

Ashab Al-Qaryah mendustakan rasul-rasul yang diutus kepada mereka. Allah membinasakan mereka dengan sebuah suara yang sangat keras. Kaum Tubba’, Allah menimpakan azab kepada mereka hingga binasa.

Kaum Saba, Allah menghancurkan bendungan Ma’rib dengan banjir besar.

Mengenai pembahasan kebinasaan umat terdahulu, Insyaa Allah akan dibahas dalam satu bab khusus.

  1. Bencana Ekonomi

Firman Allah Subhanahu Wata’ala pada Al-Quran surah Thaha ayat 124 artinya: “Barangsiapa yang berpaling dari peringatan-Ku (Al-Quran), maka baginya rezeki yang sempit. Dan di hari kiamat dia akan didatangkan dalam keadaan buta.”

Penjelasan kata ma’isyatan dhanka dalam surat Thaha ayat 124 diatas bermakna mata pencaharian yang sempit. Rejeki menjadi susah, tekanan ekonomi semakin berat, karena mereka jauh dari petunjuk Al-Quran.

Apabila tidak mengikuti petunjuk Al-Qur’an dalam menjalankan ekonomi maka riba akan merajalela, kecurangan dalam perdagangan, kebohongan dalam transaksi, saling tipu menipu, dan segala macam kerugian akan dirasakan sebagai bencana yang merugikan ekonomi.

  1. Bencana Sosial Kemasyarakatan

Sesama muslim bersaudara, bahkan dengan kaum kafir pun ada toleransi yang diatur dalam Al-Qur’an. Apabila umat Islam menjauh dari petunjuk Al-Qur’an maka akan terjadi kekacauan sosial. Bisa jadi hubungan ukhuwwah atau persaudaraan sesama muslim tidak akan baik. Hubungan antar tetangga, hubungan sosial kemasyarakatan dan kenegaraan akan rusak. Hal ini merupakan pertanda perpecahan umat bahkan perpecahan bangsa. Jika ini terjadi, tentu merupakan bencana yang berpengaruh kepada bencana ideologi, politik, ekonomi, sosial, dan budaya yang sangat berbahaya.

  1. Bencana Keimanan

Keimanan harus berdasarkan petunjuk kitab suci. Maka apabila seseorang meninggalkan petunjuk Al-Qur’an, keimanan mereka pun akan rusak karena bercampur dengan keyakinan lain yang bukan bersumber dari Al-Qur’an. Keimanan tanpa petunjuk dapat mengakibatkan kesesatan. Jika sekalipun ia tetap beribadah maka telah kehilangan esensi dari keimanan terhadap Allah Subhanahu Wata’ala.

Tanpa keimanan maka tidaklah berguna ibadah-ibadah karena tidak akan dinilai sama sekali di sisi Allah Subhanahu Wata’ala. Bencana apabila hidup tanpa keimanan maka kehidupan tidak akan terarah sehingga dunia akhirat mendapatkan kesengsaraan.

Marilah kita semua beriman pada apa yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam dengan cara mau belajar membaca Al-Qur’an dari para ulama pewaris Nabi, membaca, menghafalkan, memahami, dan mengamalkannya dengan berharap keridhaan dari Allah Subhanahu Wata’ala.

Yadi Iryadi, S.Pd.
Dewan Pembina Yayasan Karantina Tahfizh Al-Qur’an Nasional
Founder Metode Yadain Litahfizhil Qur’an

www.hafalquransebulan.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *