5-11 Menit Hafalan Baru, itu Bagaimana?

Hafal Quran Sebulan

5-11 Menit Hafalan Baru, itu Bagaimana?

Hafal Quran Sebulan Karantina Tahfidz AlQuran Nasional

Pada proses menghafal Al-Qur’an tidak semua dapat dijelaskan secara rasional, empiris, dan sistematis. Ini persoalan mujizat. Mengapa ada orang yang mampu menghafal Al-Qur’an satu halaman hafalan baru dalam waktu 5-11 menit?… Ini tidak masuk akal jika dilogikakan tetapi kenyataan sering terjadi pada minggu terakhir menjelang wisuda karantina tahfizh.

Agar hal serupa dapat diduplikasi maka kita harus merinci hal-hal khusus sebagaimana yang sudah dicapai oleh peserta karantina tahfizh yang sudah merasakannya. Mereka itu biasanya memiliki persamaan ciri-ciri yang sama, yaitu: menghafal Al-Qur’an dengan bacaan yang benar fasih sesuai kaidah tajwid, memahami tadabur bahasa Arab maupun menggunakan terjemah bahasa Indonesia, bersemangat dan bersungguh-sungguh dalam menghafal Al-Qur’an, juga menggunakan standar metode Yadain Litahfizhil Quran. 

Inti metode Yadain Litahfizhil Quran yaitu (1) peserta mampu membayangkan huruf-huruf Al-Qur’an didalam pikirannya yang kemudian diistilahkan dengan Al-Qur’an Virtual. (2) peserta mampu memahami alur terjemah atau visualisasi tadabbur. 

Fenomena yang terjadi akselerasi menghafal Al-Qur’an secara cepat misalnya 5 menit per halaman terjadi seperti halnya peserta yang menghafal pada surat Al-Baqarah halaman terakhir. Hal ini pula yang dirasakan oleh peserta yang sudah menghafal Al-Qur’an 20 juz ke atas.

Penting ditekankan pada calon peserta yaitu sejak awal untuk mengaplikasikan standar metode dan SOP yang diterapkan di Yayasan Karantina Tahfizh Al-Qur’an Nasional. Penerapan yang maksimal selama karantina tahfizh yaitu untuk memudahkan dalam muraja’ah hafalan. Program karantina tahfizh merupakan program khataman perdana yaitu untuk mengkhatamkan terlebih dahulu. Pada kenyataannya tetap saja harus dimuraja’ah setidaknya pada program mutqin 3 bulan. Persyaratan untuk bisa ikut program mutqin 3 bulan peserta harus mampu menguasai 20 Juz terlebih dahulu atau paling tidak pernah talaqqi 20 juz dalam masa satu bulan di karantina tahifzh untuk kemudian menambah dan muraja’ah mutqin.

Ya. Masuk akal…

Lagi-lagi ini urusan hidayah.

Ya. Hidayah.

Kemauan membaca Al-Qur’an secara berulang-ulang merupakan hidayah bagi siapapun yang mau menjemput hidayah.

Tidak semua hal harus masuk akal, yang penting masuk iman. Semoga Allah jadikan kita senantiasa setia mempelajari Al-Qur’an.

—–

Yadi Iryadi, S.Pd

Pembina Yayasan Karantina Tahfizh Al-Qur’an Nasional
Licensed Practitioner Neuro Linguistic Programming
Founder Metode Yadain Litahfizhil Qur’an

 

Pusat Karantina Tahfizh Al-Quran Nasional,

Alamat: Jalan Raya Objek Wisata Cibulan

Maniskidul Jalaksana Kuningan

Jawa Barat Indonesia

www.hafalquransebulan.com

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *