400 Penghafal Al-Quran Ikut Program 2 Pekan dan 250 Peserta Ikut Program Sebulan (2019)

Hafal Quran Sebulan

400 Penghafal Al-Quran Ikut Program 2 Pekan dan 250 Peserta Ikut Program Sebulan (2019)

Peserta Baru

400 penghafal al-quran ikut program 2 pekan dan 250 peserta ikut program sebulan 2019

Program Karantina Menghafal Al-Quran Dua Pekan dan Sebulan

Kuningan, 22 Desember 2019, sekitar 400-an peserta dinyatakan sebagai peserta karantina tahfizh Al-Quran program liburan 2 pekan. Bertempat di Aula Hotel Ayong Linggarjati Kuningan. Antusias masyarakat muslim dari berbagai penjuru tanah air bahkan dari Malaysia, Australia pun hadir di karantina tahfizh untuk meluangkan waktu fokus menghafal Al-Quran. Adapun untuk peserta program sebulan sebelumnya sudah masuk sebanyak 250 peserta yang tergabung seluruhnya di angkatan ke-45 ini total 650 peserta, Alhamdulillah.

Pembukaan Orientasi Peserta Baru

Peserta Karantina Tahfizh disambut dengan tausiyah dari Ustadz Ma’mun Al-Qurthuby, S.Pd.I, Al-Hafizh. Beliau menyampaikan berbagai keutamaan menghafal Al-Quran yang dapat dilakukan oleh siapa pun tanpa batasan usia. Siapa pun berhak mendapatkan pahala kebaikan Al-Quran. Setiap huruf dari huruf Al-Quran yang dibaca merupakan kebaikan yang dilipatgandakan menjadi 10 kebaikan dari setiap hurufnya. Belum lagi kebaikan itu akan menghapus kesalahan-kesalahan di masa lalu. Tentu saja siapa pun yang menghafalkan Al-Quran dengan niat yang benar maka akan senantiasa bersemangat dalam membaca, memahami, mengamalkan, menghafalkan, dan mengajarkan Al-Qur’an.

Tausiyah motivasi juga disampaikan oleh Penasihat Yayasan, yaitu DR. K.H. Ahsin Sakho Muhammad, MA, Al-Hafizh. Beliau mengutip kembali penelitian bahwa kecambah yang tumbuh dengan alunan ayat-ayat Al-Quran akan senantiasa berkembang lebih cepat dibandingkan dengan kecambah yang diputarkan musik dangdut. Bahkan musik dangdut ini menyebabkan kecambah lembat tumbuh. Adapun musik instrumental sedikit lebih cepat pertumbuhannya dibandingkan musik dangdut. Adapun kecambah yang tumbuh dengan alunan ayat-ayat Al-Quran jauh tumbuh lebih baik. Hal ini menunjukkan bahwa pengaruh dari Al-Quran yang dibaca dan diperdengarkan akan berpengaruh pula pada manusia dan itu sudah terbukti secara penelitian ilmiah.

Pembekalan Metodologi

Acara orientasi peserta baru ini sangat penting karena merupakan perkenalan antara Yayasan Karantina Tahfizh Al-Quran Nasional dan para peserta. Bukan hanya itu saja bahkan pada acara pembekalan sistem dan metodologi merupakan modal awal bagi peserta untuk mampu menghafal Al-Quran dengan sistem akselerasi karantina hafal Quran sebulan. Setelah acara pembukaan orientasi peserta kemudian dilanjutkan pembekalan standar tahsin tilawah dan SOP karantina yang masing-masing akan disampaikan oleh Ust. Heri Kiswanto, S.Kom dan Ust. Ridwani, S.Th.I, Al-Hafizh.

Hari kedua setelah peserta berada di karantina tahfizh, tepatnya setelah shubuh dilanjutkan dengan pembekalan lanjutan oleh Ust. Yadi Iryadi, S.Pd, Al-Hafizh yang akan membekali peserta dengan metode Yadain Litahfizhil Qur’an. Tujuan dari pembekalan metode yaitu agar sepulang dari karantina tahfizh hafalan yang diperoleh peserta lebih mudah dan nikmat ketika muraja’ah, insyaa Allah.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *