30 Hari Hafal Al-Qur’an Total Sebulan 35 Hari

Hafal Quran Sebulan

30 Hari Hafal Al-Qur’an Total Sebulan 35 Hari

Durasi dan Agenda Kegiatan

Program Karantina Tahfizh Al-Qur’an Nasional yang diselenggarakan oleh Yayasan Karantina Tahfizh Al-Qur’an Nasional (YKTN Pusat) dan Mitra-mitranya Se-Indonesia dan Malaysia durasi total 35 hari untuk satu angkatan.

Karantina tahfizh hari pertama diawali daftar ulang calon peserta dan acara pembukaan peserta, dilanjutkan pembekalan Metode Yadain Litahfizhil Quran yaitu metode menghafal Al-Qur’an disertai tadabur terjemah yang sangat diperlukan bagi peserta yang belum mahir bahasa Arab. Selanjutnya pembekalan standarisasi Tahsin Tilawah Al-Qur’an.

Setiap hari jum’at diadakan rihlah dan hari terakhir yaitu penutupan Wisuda Karantina Tahfizh Al-Qur’an. Apabila dihitung maka dari 35 hari total peserta hanya ada waktu efektif menyimakkan hafalan Al-Qur’an 30 hari durasi 12 jam per hari sehingga diistilahkan dengan karantina hafal Al-Qur’an sebulan.

Adaptasi  Durasi Karantina Hafal Quran Sebulan

Waktu sebulan di karantina tahfizh berbeda dengan kalender pada umumnya. Sebulan total yang diperlukan untuk satu angkatan menghabiskan 35 hari. Hari pertama dimulai dengan daftar ulang, penyampaian tata tertib, pembekalan metode Yadain Litahfizhil Quran dan standarisasi tahsin tilawah Al-Qur’an.

Peserta wajib menghadiri agenda sejak awal hingga akhir agar mendapatkan hasil yang optimal. Apabila peserta misalnya tidak mengikuti pembekalan metode yadain biasanya peserta akan kesulitan menghafal dengan sistem akselerasi. Adapun untuk pembekalan metode secara susulan biasanya menyesuaikan jadwal pemateri apabila tidak ada kegiatan di luar kota.

Seluruh handphone peserta hanya boleh digunakan pada hari Jumat sambil rihlah dan pelatihan persiapan wisuda. Apabila dihitung maka hari pertama daftar ulang dan pembekalan, hari terakhir wisuda, maka itu ada sisa waktu 33 hari. Adapun setiap hari Jumat libur setengah hari maka total waktu efektif menghafal Al-Qur’an yaitu sebulan sehingga program ini dinamakan karantina hafal Quran sebulan.

Durasi menghafal Al-Qur’an per hari yaitu 12 jam. Apabila menghafal Al-Qur’an menggunakan metode biasa pasti akan terasa bosan. Tetapi jika menggunakan metode standar karantina tahfizh Al-Qur’an yaitu Metode Yadain maka Insyaa Allah peserta akan menikmati tadabur hafalan Al-Qur’an. Uniknya siapa pun yang mampu membaca Al-Qur’an sesuai tajwid dan mampu membaca huruf latin maka Insyaa Allah akan mampu menghafal Al-Qur’an disertai Visualisasi Tadabur yaitu terbayang alur makna dan Al-Qur’an Virtual ialah terbayang tulisan di dalam hafalan.

Minggu pertama merupakan tahap penyesuaian agar peserta mampu beradaptasi dengan lingkungan, hafalan Al-Qur’an intensif, interaksi peserta dengan muhaffizh dan sesama peserta. Sebagai gambaran di Kuningan Jawa Barat cuaca tidak terlalu panas dan juga tidak terlalu sejuk. Bagi orang Jakarta atau berasal dari daerah cuaca panas mungkin di lokasi karantina tahfizh akan terasa sejuk, tetapi tidak seberapa dingin sehingga cuaca di sini sangat nyaman untuk menghafal Al-Qur’an.

Berdasarkan data 9733 orang alumni dari 43 angkatan sejak tahun 2014 maka peserta yang pernah mengikuti karantina tahfizh diantaranya usia paling muda yaitu 7 tahun dan usia paling senior yaitu 79 tahun. Peserta tidak dibatasi secara usia namun diklasifikasi berdasarkan kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an. Usia bukanlah klasifikasi karena menghafal Al-Qur’an tidak terkait dengan usia. Bisa saja dalam satu kelompok terdiri dari usia anak-anak, remaja, dewasa namun dalam satu klasifikasi kemampuan tahsin dan tahfizh.

Target Keberhasilan Menghafal Al-Quran

Idealnya peserta karantina tahfizh diseleksi dengan ketat sehingga setiap peserta mampu menyelesaikan hafalan Al-Qur’an 30 juz dalam waktu sebulan. Akan tetapi, itu berarti menutup kesempatan bagi calon peserta lain yang juga ingin menghafal Al-Qur’an. Maka solusi yang kami tawarkan yaitu membuka karantina sesuai dengan jenjang kemampuan tahsin, tahsin dan tahfizh, tahsin dan muraja’ah, tahfizh, muraja’ah dan ziyadah, muraja’ah, dan kelompok mutqin.

Program karantina tahfizh dibuka berdasarkan target tertentu sesuai dengan durasi dan tingkat kemampuan. Untuk program karantina sebulan maka target yang ditetapkan disesuaikan dengan level kemampuan yaitu level tahsin hafalan yang diperoleh antara 1-5 juz sebulan level tahsin dan tahfizh hafalan yang diperoleh antara 6-15 juz sebulan level tahfizh hafalan yang diperoleh antara 16-30 juz sebulan level muraja’ah dan ziyadah hafalan 30 juz kurang dari sebulan level mutqin hafalan yang diperoleh 30 juz disimak per 10 juz. Insyaa Allah biidznillah tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah Subhanahu Wata’ala.

Sebenarnya apabila peserta sudah memenuhi persyaratan mampu membaca Al-Qur’an sesuai kaidah tajwid; memiliki kesehatan fisik, mental, dan spiritual; memiliki kedisiplinan mematuhi standar operasional prosedur karantina tahfizh; juga menjalankan metodenya maka memungkinkan akan tercapai hafalan sesuai target yang sudah ditentukan. Terget tersebut meliputi program menghafal Al-Qur’an Sabtu Ahad hafal 1 juz, 1 pekan menghafal 5 juz, 2 pekan menghafal 10 juz, 3 pekan menghafal 15 juz, dan sebulan menghafal 30 juz. Kemudian setelah peserta menyelesaikan 30 juz maka ada program lanjutan yaitu karantina tahfizh mutqin 30 juz dengan ujian hafalan disimak minimal per 5 juz, per 10 juz, dan per 15 juz dalam satu kali majelis.

Semoga para alumni terbiasa mempelajari Al-Qur’an, membaca, menghafal, mentadaburi, mengamalkan, dan mengajar Al-Qur’an pada keluarga dan masyarakat di lingkungannya.

Peminat karantina tahfizh Al-Qur’an berasal dari seluruh provinsi di Indonesia, bahkan dari Malaysia setiap bulan selalu ada belasan peserta. Negara lainnya seperti Australia, Singapura, Jepang, Amerika, Canada, Kamboja, Uzbekistan pun pernah ada diantara alumni YTKN Pusat. Mereka mengetahui program karantina tahfizh karena publikasi di internet. Sebaliknya kebanyakan peserta yang hadir akhir- akhir ini lebih dipicu oleh para alumni yang terpuaskan dengan program karantina, Alhamdulillah.

Yadi Iryadi, S.Pd
Dewan Pembina Yayasan Karantina Tahfizh Al-Qur’an Nasional
Founder Metode Yadain Litahfizhil Qur’an
www.hafalquransebulan.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *